Rabu, 14 Januari 2026

Curah Hujan Tinggi Picu Pergeseran Tanah di Desa Bendo Sluke, Dua Rumah Warga Alami Retak

Rembang,- Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, mengakibatkan terjadinya pergeseran tanah di Jalan Poros Desa Bendo, Kecamatan Sluke. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, dan berdampak langsung terhadap permukiman warga di sekitar lokasi kejadian.

Akibat pergeseran tanah tersebut, dua unit rumah warga, masing-masing milik Bp. Rian Indrianto dan Bp. Suyadi, warga RT 04/RW 04 Desa Bendo, mengalami keretakan pada bagian bangunan. Selain itu, kondisi tanah di sekitar jalan poros desa juga terlihat mengalami retakan cukup serius dengan panjang mencapai ±20 meter dan tinggi ±4 meter, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila tidak segera ditangani.

Berdasarkan hasil pengecekan awal di lapangan, pergeseran tanah dipicu oleh kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Diketahui pula bahwa lokasi tersebut bukan pertama kali mengalami kejadian serupa, di mana pada tahun 2014 telah terjadi peristiwa pergeseran tanah di titik yang sama.

Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materiil akibat retakan tanah dan kerusakan bangunan diperkirakan mencapai ±Rp15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah).

Sebagai bentuk respons cepat, anggota Koramil 08/Sluke melalui Babinsa Desa Bendo Serka Rupadi bersama Koptu Aris Wahyuni, berkoordinasi dengan Perangkat Desa Bendo, Kasi Trantib Kecamatan Sluke, serta BPBD Kabupaten Rembang, segera melaksanakan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Selain melakukan pemantauan kondisi tanah dan bangunan warga, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Babinsa Desa Bendo menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan perangkat desa serta instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya pergeseran tanah susulan. Apabila ditemukan perkembangan situasi yang menonjol atau membahayakan keselamatan warga, akan segera dilaporkan kepada komando atas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, demi mencegah terjadinya dampak yang lebih besar.

Penerangan Kodim 0720/Rembang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar